Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Januari 2012

Pengemis dilarang mengemis lalu mau apa

kali ini, aku ingin mengucapkan sebuah opini dan pertanyaan
ingat ini adalah Pendapatku dari sudut mataku sendiri, sudut mata seorang yg belum tahu apa2 tentang dunia (ya aku masih anak SMA) jadi jangan terlalu di kritik keras (misal" "wah yg nulis blog ini bodo banget, sok2 banget,dll" ) karena aku paling benci dikritik seperti itu, tetapi bagi yg mau nasih tanggapan atau opini lain (misalnya: "kalau dari sudut mataku seharusnya bla bla") sangat diterima :)
------------------------------------------------------------------------

Pengemis dilarang mengemis lalu mau apa?

pasti kalian tahu profensi pengemis? Profensi kali ini hampir bisa kita temukan terutama di kota2 besar seperti Jakarta. Profensi ini banyak diminati banyak orang, hampir di perempatan jalan besar ada saja pengemis satu atau dua bergitu pula di dekat-dekat tempat umum, seperti mall.

Hari ini pun, aku menemukan salah satu pengemis, ia seorang ibu tua (walaupun bukan seorang nenek, mungkin umurnya baru 40-an) membawa seorang anak laki2 kecil (kira26thn). Dalam hati timbul beberapa pertanyaan seperti "kenapa ia bisa mengemis?" "kondisinya sebenarnya masih baik, dan bisa berkerja seperti pembantu atau serambutan" "kenapa dia membawa anaknya? apakah anaknya itu akan dibikin sebagai sarana mencari belas kasihan atau ia tidak tega meninggalkan anaknya di rumah?". Yang aku lakukan adalah cuek menyewati perempuan tua itu, dan masuk ke mall.

Di mall aku masih terusik dengan berbagai pertanyaan tentang wanita tua itu. dan bimbang antara memberi sekedah atau tidak. Aku ingat-ingat kembali, perkataan orangtuaku dan beberapa mayoritas masyarakat "Pengemis jangan dikasih uang, nanti ia kebiasaan dan tidak mau kerja lain"
emang betul, dengan memberi uang, mereka akan menjadi malas dan mengadalkan uang dari orang lain. Padahal cukup tidak adil, dimana kita berkerja keras untuk mencari uang, mereka hanya meminta hasil kerja keras. Apa mereka tidak punya semangat hidup, untuk berkerja? padahal di luar sana banyak sekali penderita cacat yang bisa berkerja, seperti tukang parkir di depan tokoku yang sudah tidak punya satu kaki. Apa mereka tidak punya harga diri? sehingga mau mengemis2 seperti kucing?

Banyak orang berkerja keras tetapi mereka malah bermanja riang

di lain sisi pun , aku mendengarkan kisah dari kakakku, bahwa pengemis-pengemis itu biasanya ada lembaga organisasi, yang mengumpulkan banyak orang misykin dan cacat mental lalu dianterkan ke sebuah pos/tempat untuk mengemis. Lalu uang hasil mengemis tersebut akan dikumpulkan di organisasi tersebut, dan akan di bagi2kan. Faktanya, kadang2 kita bisa lihat pengemis yang sama sekali tidak punya kaki dan tidak bisa berjalan (hanya bisa mengesot) mengemis di perempatan, pertanyaannya? Kenapa mereka bisa sampai di perempatan jalan? apa mungkin mereka mengesot dari rumahnya ke perempatan jalan tersebut? Ya aneh kan? Juga Fakta lain adalah pengemis anak-anak, aku sering menglihat di Tv maupun Film (seperti dalam Film "tersesat di Jakarta") adalah bos preman yang memaksa anak2 di bawah umur untuk mengemis, disana anak2 akan mengemis dan mengumpulakn uang ke bos preman tersebut, sebagai gantinya anak itu diberi sedikit makan, biar anak itu melawan anak itu akan disiksa abis2an. Biasanya bos preman tersebut mendapat anak2 tersebut dengan memaksa dan mencuri anak tersebut.

Setelah puas di mall, aku pun pergi ke pintu keluar mall masih dengan beribu pertanyaan tentang 'pengemis' di benakku. Aku pun memutuskan untuk mampir memberi sebuah ice cream di kios McD. Di kios itu aku masih bisa menglihat sesosok ibu dan anak pengemis, anaknya bergerak2 dan kelihatan sangat2 bosen sedangkan ibunya secara sabar terus memegang anaknya. Meliat mereka, aku jadi sadar bahwa masih banyak lagi orang2 seperti mereka di antara kemewahan2 dunai ini. Ibaratnya seperti menglihat sebuah gubuk rumah di tengah2 istana mewah dunia.

Pada akhirnya, walaupun aku tidak tahu benar apa tidak tindakanku ini, aku mendatangi ibu-anak mengemis, aku memberi uang seadaku, dan memberi anak itu sebuah ice cream sambil tersenyum. Reaksinya bisa ditebak, pengemis itu langsung berterima kasih, dan anaknya senang mendapat sedikit uang dan ice cream, cepat2 dia makan ice cream tersebut. Cukup dengan kata 'terima kasih' aku pun sudah senang, cepat cepat aku pergi dari tempat itu, untuk pulang.

Dalam perjalanan pulang, aku mulai memikirkan semua hal tersebut. Apa benar tindakanku sudah benar? aku hanya memberi sedikit uang dan aku berpikir mungking uang itu akan mengakibatnya beberapa hal,seperti:
1. Paling tidak, ibu itu bisa mendapatakn sedikit uang untuk hidup
2. Negatifnya, biar ibu itu berpikir  bahwa ia  lebih baik mengemis saja seumur hidup, toh dia bisa dapat uang
3. Anaknya akan terbiasaan mengemis
50% tindakan benar (karena paling tidak aku bisa membuat anak ibu itu sedikit bahagia dan mengucapkan syukur) 50%salah (karena aku membiarkan anak-ibu itu menjadi malas)
aku juga berpikir apakah tindakanku sudah sesuai dengan mayoritas? bisa kita tahu 50% orang melihat pengemis memberi uang 50%sisanya akan menganggap malah membuat pengemis itu manja

aku juga berpikir "adaikan aku di posisi pengemis itu" aku tahu tidak semua pengemis itu benar2 mau mengemis, sebagian besar benar2 terpaksa. Lalu Pengemis ibu-anak itu, ada di posisi mana? apa mereka terpaksa? atau mereka hanya ingin mencari jalan santai mencari uang dengan pengemis (ya, untuk mengemis mereka hanya perlu di sebuah tempat adem, duduk, dan meminta). Sayangnya aku bukan esper atau org2 hebat yg bisa tahu apa yang terjadi ibu-anak pengemis tersebut sehingga mereka mengemis.

dari pengalaman hidupku ini, aku bisa mengrumuskan satu hal:


"semua hal itu bisa kita pandang dari sisi baik dan buruknya, tergantung sisi mana yang kita pilih tapi ingat pula untuk seklias memandang sisi lainnya"

maksudnya: kita bisa saja memandang "pengemis itu hanya orang2 malas" tapi ingatkan mereka tidak selalu sebenarnya pengen pengemis, bisa saja mereka hanya ingin Hidup tak perduli caranya, masih untung mereka mengemis dan tidak jadi pencuri.
kita juga bisa memandang "pengemis itu harus dikasih uang" tapi ingat juga mungkin sebagian dari mereka adalah orang2 malas, bayangkan saja biar ada program pemerinta 'meliharan pengemis' mungkin semua orang yang tidak cukup kaya akan memilih jadi pengemis dan mendapat tunjangan uang dari pemerintah, padahal uang pemerintah didapatkan dari pembayaran pajak.

kalau aku sendiri perpandangan yang ke dua, aku akan memberi uang sebisaku (walaupun uangnya sangat sedikit, dan aku jarang memberikan uang pengemis). Mungkin bisa saja aku jadi orang jahat karena membuat sesamaku menjadi pemalas dan g mau kerja Tapi paling tidak, aku memberi mereka harapan untuk hidup daripada mati kelaparan. Satu hal yang aku tahu pasti benar, aku bisa berdoa "semoga suatu saat mereka tidak mengemis lagi, sekiranya uang dariku dapat mereka tabung dan menjadi modal untuk hidup" :)


Sabtu, 07 Januari 2012

ttng Fucking Perfect

Fuckin' Perfect Lyrics

Made a wrong turn
Once or twice
Dug my way out
Blood and fire
Bad decisions
That's alright
Welcome to my silly life

Mistreated this place
Misunderstood
Miss knowing it's all good
It didnt slow me down.

Mistaking
Always second guessing
Underestimating
Look I'm still around

Pretty, pretty please
Dont you ever, ever feel
Like you're less than
Fucking perfect

Pretty, pretty please
If you ever, ever feel
Like you're nothing
You're fucking perfect to me

You're so mean
When you talk
About yourself, you were wrong
Change the voices in your head

Make them like you instead
So complicated
Look how we all make it
Filled with so much hatred
Such a tired game

It's enough
I've done all I can think of
Chased down all my demons
I've seen you do the same

Oh

Pretty, pretty please
Dont you ever, ever feel
Like you're less than
Fucking perfect

Pretty, pretty please
If you ever, ever feel
Like you're nothing
You're fucking perfect to me

The whole worlds scared
So I swallow the fear
The only thing I should be drinking
Is an ice cold beer

So cool in line
And we try, try, try
But we try too hard
And it's a waste of my time

Done looking for the critics
Cause they're everywhere
They don't like my jeans
They don't get my hair

Exchange ourselves
And we do it all the time
Why do we do that?
Why do I do that?

Why do I do that?

Yeeeeaaaahhh
Oooooooh
Oh baby pretty please

Pretty, pretty please
Dont you ever feel
Like you're less than
Fucking perfect

Pretty, pretty please
If you ever, ever feel
Like you're nothing
You're fucking perfect to me

You're perfect, you're perfect

Pretty, pretty please
If you ever, ever feel
Like you're nothing
You're fucking perfect to me


http://www.elyricsworld.com/fuckin'_perfect_lyrics_pink.html




=============================================

Aku lagi seneng2 lagu ini
Fucking Perfect-Pink
yang bisa dibilang aku itunganya buka penggemar lagu2, tapi akhir2 ini (sejak SMA) aku jadi suka banget lagu barat apalagi lagu yg kayak ini
memberi motivasi,nasehat, dan kehidupan
padahal dulu pas aku SMP, aku hanya tahu lagu Jepang (itu pun anime atau gak Vocaloid)

Well, aku sekarang sadar. Ternyata tahu lagu2 barat itu effect untuk kehidupan salah satunya untuk berkomunikasi dengan teman, misalnya saat ngorbol dan terutama saat karaoke-an, juga selain itu memberi kita semangat, karena di lagu2 barat banyak yg memberi motivasi, seperti lagu oleh PINK selain itu aku juga suka sama Avrie Lavigne (teutama "What The Hell") dan banyak lagi (aku sudah bilang aku masih amatiran dalam dunia lagu2 hehehe)

======================
Alasanku suka lagu Fucking Perfect

diVideonya, diceritakan (dari sudut padangku) seorang cewek yang waktu kecil hidupnya apes, dari sendirian terus di rumah pas remaja dimarahi oleh ortu nilainya jelek g punya teman, pas kerja juga dia kerjanya hanya bersih2 dan juga sempat di pecat, ya disitu mulai kelihatan puncak masalahnya dia (bisa dibayangi kalau jadi dia pasti 100% stress) dia pun memutuskan bunuh diri

tetapi

dia melihat kembali bonekanya, dia jadi inget masa2 lalunya,saat dia melukis, jadi dia ter-motivasi dan melukis lagi, semua perasaannya, dia mulai terkenal (ya menurutku seseorang yang punya latar belakang sial dan menderita akan menjadi nilai plus ketika menjual sebuah karya, misalnya orang yg g punya kaki terus bisa renang, kan jadi kesannya lebih hebat daripada orang biasa yg bisa renang) dan menemukan jodohnya

di akhir video, kita lihat dia punya anak cewek, dan menyayangi anak ceweknya
ada perasaan yang ditujukan
kesannya dia berjanji pada dirinya sendiri agar tidak membuat anaknya menderita seperti dirinya di masa lalu

============================

Pas aku dengar lagu ini, aku jadi inget kisah2 keluargaku

Kakakku ke 2, bisa dibilang dia dulu cukup bodoh, pernah gak naik kelas 1x, dan dari SMP-SMA kelas 1 dia selalu deg2kan untuk "naik atau gak naik" pas kelas 3SMP pernah nyaris gak naik
beda dengan aku, aku pas SMP selalu yakin naik kelas
tetapi..
Pas Kelas 2SMA, kakakku mulai berubah, dia jadi lebih rajin, dan pinter, buktinya sekarang dia bisa kuliah di Australia hanya 2-3tahun ngambil 2 jurusan sekaligus (pas lulus punya dua gelar sekaligus)
cerita kakakku ini kayak Fucking Perfect-PINK dimana tokohnya pertama menderita saat terakhirnya menjadi sukses :)

Lalu Mamaku, keluargaku awalnya hanyalah keluarga kecil, dan Mamaku hanya membuka toko kecil, tapi berkat usaha kerasnya Mamaku bisa membuka cabang2 tokonya dan juga akhirnya kami sekeluarga memberi rumah yg cukup besar di perumahan. Ya walaupun perkerjaan Mamaku tidak Halal (pembajak dvd)
tetapi walaupun bergitu Mamaku sadar kalau perkerjaannya buka perkerjaan yg baik, ia juga berusaha untuk keluar dai perkerjaan itu dan mulai membuka toko roti dan toko ban (Doain kami berhasil! :D) juga dia selalu berkata kepada anak2nya , agar kelak kami tidak mengikuti langkahnya. Dari kata2nya dan pengalamanku aku tahu dia punya masa gelap di perkerjaannya (di penjara di polisi, dll) Dan dia takut anaknya akan mengalami itu semua.
Seperti di Fucking Perfect-PINK, tokohnya pas terakhir2nya melihat anaknya dengan penuh kasih, dan berharap anaknya tidak menderita sepertinya. :)

Segitu opini ku tentang Fucking Perfect-PINK
dalam lagu ini banyak kadungan "moral" yang bisa kamu temukan, seperti aku menemukannya
menurutku kadungan moral ini tergantung dirimu sendiri, aku tidak memaksa kalian untuk menemukan kadungan moral seperti aku, karena menurutku sendiri kadungan moral yg sebenarnya hanya bisa kamu temukan sendiri

seperti buku catatan, untuk apa kalau buku catatan itu rapi tetapi kamu sendiri tidak mengerti? lebih baik buku catatan itu beratakan tetapi kamu mengerti, karena buku catatan itu bukan untuk dibaca orang lain tapi KAMU lah yang membaca

===================================================
Kata terakhir
Semoga Blog ini bisa memberi kamu motivasi dan inspirasi

jadi maap kalau aku ada salah dan kesannya sok tahu atau sok2an jadi seperti Mario Teguh
ini Blogku dan aku berhak untuk menulis apa yang di Otakku, ini duniaku, ini kata2ku
Kalia boleh berpikir bahwa aku menjengkelkan dan sok2an jadi orang Bijak
tetapi kalian harus inget, akan kebebasan dunia kebebasan mengemuka pendapat dan juga tahu bawa semua orang itu punya masa Gelap bahkan Yesus saja punya masa Gelap sebelum dia bisa mewartakan kerajaannya. Sebijak apapun Mario Teguh, sebenarnya jauh dari dirinya dipermukaan bumi ini, dia pati juga punya masa GELAP dan punya masalah, jadi kumohon kalian jangan sekali2 berkata "Hidup ini tidak semudah Cocotnya Mario Teguh" (aku pernah baca di DP seseorang) menurutku Mario Tegus tidak akan bicara tersebut kalau dia gak pernah mengalami hali itu (masa gelap) , bergitu juga aku, aku bisa  berkata hal seperti ini karena aku dulu pernah mengalami masa Gelap (ya walaupun menurut ku tidak bergitu parah daripada mas agelap di lagu FuckingPerfect-PINK)

aku hanyalah anak SMA biasa yang ingin mengemukakan opiniki
maap biar tidak senjaga menyinggung perasaan atau ada kata2 yg salah

"tidak ada gading tak retak"

Happy Monday :D

Jumat, 06 Januari 2012

Adu Sial

Ya..
gara2 baca blog seseorang di deviantart
yang bercerita tentang masalahnya di IRL (in Real Life)
aku jadi inget kata2 temenku

"manusia itu cenderung merasa dirinya paling sial dan berusaha menujukan kalau dirinya paling sial"


Contohnya gak jauh2 dari kehidupan kita
misalnya pas pagi2 kita Ulangan
kita cenderung lbh suka berkata "aduh.. kemaren aku gak belajar" (padahal sebenarnya belajar)
(contoh yang diberikan oleh temanku)

Contoh lain (ya kebanyakan terjadi di kalangan anak2 Cyber)
banyak teman cyberku yg mengeluh tentang betapa sialnya hidup mereka, dan yg paling sering adalah
1. dicueki teman di IRL
2. masalah keluarga
sebenarnya 2 fakto ini juga terjadi di kehidupanku (well.. aku juga manusia cyber)
aku juga sering chat chat sama mereka
dan bila ada satu anak yg berkata "aku di IRL gini gini bla bla" pasti teman yg satunya "km masih mending kok aku bla bla bla"

contoh yg lebih extrem lagi (terjadi di kehidupanku, @someone sorry bila masalah ini aku ungkit2 lagi)
-lagi debat bercampur curhat-
"aku bla bla bla.."
"-piip- kamu tuh masih anak kecil, yg g tahu apa2, hidupku lebih parah, bla bla bla bla bla bahkan aku pernah bla bla bla bla juga bla bla bla , emang kamu tahu NERAKA KEHIDUPAN SEPERTI APA? km tuh enak bla bla bla masih mending bla bla"

kalau dulu aku EMOSI setelah mendengar kata2 itu
tetapi setelah aku dengar pendapatnya temanku itu
aku jadi berefreleksi
jadi benar, dulu aku merasa diriku tuh paling sial
dan temanku ini juga merasa bergitu
jadi hasilnya kami malah saling mengadu diri paling sial mana..

setelah kupikir2
ternyata aneh juga?
adu lomba kok malah adu paling sial?
Aneh banget.. Dunia emang aneh
biasanya orang itu beradu paling untung, paling kaya, paling pinter

jadi ingat, lyrics sebuah lagu

Sing me a sad song and make me feel better
Sing me a happy song and I might start to cry
Because everything feels like it's going around in circles
And everyone knows that the world is upside down
(Sad song-Lenka, http://www.azlyrics.com/lyrics/lenka/sadsong.html)

Aku pikir benar juga pas bagian lyrics itu
dunia itu malah terbalik
semua orang malah beradu paling sial

KENAPA?
aku pikir karena manusia itu cenderung lebih mudah untuk punya sisi "negatif" daripada sisi "positif"
contoh saja, ketika kita mengisi "kekurangan dan kelebihanku?" manusia cenderung mengisi kekurangan lebih banyak dari kelebihan
atau contoh lain "kita lebih mudah untuk mencari kekurangan atau kelebihan seseorang?"
menurutku sendiri
atau "kita lebih sering mengeluh daripada bersyukur"
ini sama dengan kasus "adu sial"
daripada "adu beruntung" "adu sial" lebih mudah

Manusia itu lebih condong ke negatif thinking daripada positive thinking


DI SISI LAIN...

makhluk hidup itu ingin diperhartikan

bukan hanya manusia hewan pun juga
seperti anjing berkaing2 saat malam2 (mereka bukan melihat setan, mereka mungkin kesepian), kucing bersifat manja sama kita, anak burung yg barusan mengetas berusaha membunuh saudaranya yg msh di telur agar dirinya yg menjadi pusat perhartian ibunya,dll

sama dengan kita,manusia
kadang2 kita cemburu dengan seseorang, kadang2 kita menangis, kadang2 kita marah2
hanya untuk "mencari perhartian"

di kasus "adu sial" ini juga sama, kita sebenarnya bukannya untuk "curhat",dll tetapi hanya rekaan untuk "mencari perhartian"
seakan2 kita berkata "Ini yo.. aku manusia kasian, hidup apes terus, lihat aku dong.. kasian nih, hibur aku, sayangi aku dong"

minta perhartian itu sah sah saja

sebenarnya sah sah aja sih untuk hal itu, karena sebenarnya aku juga sering melakukan itu
aku sering Curhat dengan teman2 Cyberku
sampai akhirnya temanku pernah berkata kepadaku
"bla bla tapi kamu sering merasa dirimu paling sial :( "
pertamanya jujur aku g terima, tapi setelah lama aku pikirkan ternyata benar, aku hanya mencari perhartian saja
Tapi aku ingin bilang

"adu sial itu sah saja, tidak ada larangan tentang hal itu, tetapi lebih baik jangan lakukan itu, karena hanya membawa dirimu menjadi pesimis"

Pernahkan kalian baca buku The Secret karya Rhonda Byre?
di buku itu, adanya hukum tarik menarik.
Contohnya ketika kita ingin makan sebuah apel, otomatis otak kita mikir dan membayangkan kalau kita "makan apel", dan itu efect pada tubuh kita, dan kita akan memberi sebuah apel untuk dimakan

bergitu juga adu sial ini
kita mikir "aku paling sial", kita membayangkan "diri kita saat sial" membuat hati kita "sedih dan murung" kesialan datang

maka kita harus

"Berpikirlah hal yg bahagia"

tahu buku Firdaus Mimpi karya Agnes Jessica?
disana ada tokoh anak yang mentalnya mengalami gangguan(gila)
anak itu walaupun gila dan kadang2 sama ibunya disia2
anak itu selalu bahagia ketawa dan bermain
suatu saat sang anak berkata ke tokoh utama (aku harap kata2nya benar)
"Kok MANUSIA ITU ANEH? bisa bahagia kok tidak mau?"
disini Agnes Jessica secara cerdik, mengajak kita untuk berpikir "orang gila saja bisa berkata seperti itu kenapa kita tidak? orang itu emang ganguan mental tetapi dia bisa tahu hal2 yg orang NORMAL gak tahu
dia mengalami ganguan mental tapi dia bisa Bahagia
kita tidak mengalami ganguan mental tetapi kenapa kita tidak
"Justru seharunya kita yg normal bisa bahagia?"

kita juga harus
"Menikmati hidup"


mungkin ini cerita yang sudah pasaran dan sudah sering kita dengar
tentang Sang Nelaya yg bermalas2an dan ada orang bertanya "kenapa nelaya itu tidak berkerja lebih keras agar kelak bisa lebih bahagia dan menikmati hidup? " neyalan itu menjawab "sekarang aku sudah bahagia dan menikmati hidup , lalu untuk apa aku berkerja keras?"
(cerita tentang nelaya, walaupun agak beda versi bisa dibaca : http://andriewongso.com/awartikel-138-AW_Artikel-Pedagang_Dan_Nelayan)

dari cerita itu kita bisa mencari beberapa pendapat bijak
1.Kebahagiaan itu relatif
2. Manusia cenderung ingin lebih kaya dan tidak pernah puas
3. Kebahagiaan sebenarnya pilihan

juga beberapa kekurangan
1. Nelayan itu cepat puas

tapi, jujur aku setujuh dengan pendapat Nelayan itu, "Ya kita bisa menikmati hidup kok gak menikmati hidup malah bersusah diri untuk mencari kenikmatan hidup, padahal kenikmatan hidup ada di depan kita"

di adu sial ini pun juga gitu, ya sebenarnya kita bisa bebas dari kesialan kok tetapi kita malah main "adu sial" yg hanya membuat kita negatif thinking? ya aneh to? manusia emang aneh..

=============================
KESIMPULAN:

- Janganlah terus merasa "dirinya paling sial" karena itu hanya bikin kita pesimis dan merasa dunia tidak adil bahkan bisa berkata Tuhan itu tidak adil, dan tidak punya semangat untuk hidup
- Mulai sekarang berjanjilah bukan padaku bukan pada sapa2 tetapi pada dirimu sendiri, Nikmatilah hidupmu ini, jangan merasa "orang paling sial" bersyukuran, banyak hal yang bisa kamu syukuri :)
=============================
kata terakhir

mungkin, aku hanya anak kecil saja, aku hanya anak kelas 2 SMA, yang belum tahu lika-liku hidup ini, aku masih terlalu polos akan tahu "penderitaan hidup ini" dan aku belum pantas untuk memberi nasehat ini kepada kalian yang mungkin merasa "aku orang tersial".

tetapi...
aku hanya ingin memberi support,memberi opini, emang betul aku tidak tahu apapun, tetapi aku masih punya otak, aku masih punya rasa,aku bisa melihat, aku bisa mendengar, aku bisa berteriak,berkata,berpikir,memberi kasih. Aku anak yg belum tahu akan kegelapan dunai ini  hanya ingin mengetik sebuah huruf yg menjadi kata dan kalimat untuk kalian semua. Karena kelak aku ingin menolong seseorang dari sebuah "kegelapan" seperti seseorang yg telah membantuku keluar dari lubang itu.

mungkin.
aku seorang munafik, aku seorang berdusta, aku seorang sok tahu, aku orang sok baik,
tetapi yang aku tahu aku seorang pendosa
aku juga pernah merasaka semua ini, mungkin penderitaanku belum sebanding dengan penderitaan kalian semua, tetapi aku tahu rasanya MENDERITA dan itu tidak enak sama sekali
aku hanya ingin memberi opini, bolehkan aku?
Demi kamu yang menderita, dan juga demi diriku sendiri


SIGN

seseorang yang berjalan di dunia yang sama dengan kamu

=======================
NB: silakah pake kata2ku ini, untuk hiburan/tugas/dll tetapi mohon berikanlah credit dan link ini :) karena ini murni 100% opiniku, dan biar ada persamaan dengan orang lain mohon maap, aku tidak bermaksud meniru, dan aku minta maap juga biar ada kesalahan dan menyakitkan hati anda semua
Terima Kasih :D
=======================